12 Mitos Tentang Tampon Yang Sudah Terbantahkan

tampon multiple

Seperti yang kita tahu tampon tidak popular di Indonesia dan salah satu penyebabnya adalah karena mitos mengenai tampon dapat menghilangkan keperawanan (yang mana masih disakralkan di masyarakat Indonesia). Bicara mengenai mitos, pernah nggak sih kamu berpikir kalau tampon itu berbahaya? Pernah kepikiran kalau tampon nantinya bisa hilang di dalam vagina setelah dimasukkan? Apakah kamu khawatir mengenai TSS (Toxic Shock Syndrome)? Nggak usah khawatir, di artikel ini kami akan menerangkan manakah mitos atau fakta tentang tampon.

Bahaya kematian

Mitos 1: Resiko Kematian Karena TSS (Toxic Shock Syndrome)

Mungkin kamu pernah mendengar cerita horror mengenai TSS yang mungkin bisa menyebabkan kamu menghindari tampon, tapi apakah ada resiko nyata dari TSS? Well, TSS adalah sesuatu yang harus kamu ketahui tetapi tidak boleh membuatmu takut.  

Pertama-tama, kamu hanya akan terkontak TSS bila kamu sudah membawa bakteri patologis tertentu di dalam vagina kamu dan menggunakan tampon daya serap tinggi yang lebih kuat dari flow menstruasi kamu. Selain itu, tampon tersebut harus digunakan dalam jangka waktu yang terlalu lama sehingga bakteri penyebab TSS dapat berkembang.

Ada beberapa kasus mengenai beberapa wanita yang menggunakan tampon selama BERMINGGU-MINGGU dan kasus paling parah yang mereka alami adalah bau tidak sedap di organ intim (yang tentu saja sudah dapat diperkirakan). Meski demikian, bila kamu merasakan ada yang janggal dengan tubuhmu, alangkah baiknya kamu memeriksakan diri ke dokter.

Intinya: Resiko TSS adalah sangat kecil. Ganti tampon setiap 8 jam untuk keamanan dan kenyamanmu.

Mitos 2: Kamu Bisa Kehilangan Keperawanan Karena Tampon

Mitos ini adalah mitos yang paling banyak berkembang. Pada hakikatnya mitos ini berkembang dari konstruksi sosial bahwa memasukkan sesuatu ke dalam vaginamu dapat menyebabkan kamu kehilangan keperawanan. Sebenarnya adakah perbedaan memasukkan tampon dengan memasukkan alat Obgyn ke dalam vagina? (Jika kamu tidak mengunjungi Obgyn secara teratur, segera ubah kebiasanmu dan rutin periksakan dirimu ke Obgyn. Artikel lain mengenai resiko tidak mengunjungi Obgyn akan segera dimuat).

Kehilangan keperawanan karena menggunakan tampon adalah tidak masuk akal. Selaput daramu mungkin saja koyak pada kasus penggunaan tampon (sangat jarang), tapi pada kenyataannya kamu mungkin saja sudah kehilangan selaput daramu karena berolahraga dan bahkan tidak menyadarinya.

Intinya: Jika kamu belum pernah melakukan hubungan seksual maka kamu adalah perawan, Tidak masalah apakah seaput daramu masih ada atau sudah koyak.

Mitos 3: Menggunakan dan Melepas Tampon itu Sakit

Rasa sakit ketika menggunakan dan melepas tampon mungkin saja terjadi, tapi itu lebih disebabkan oleh minimnya praktek atau mungkin karena kamu terlalu grogi dan ototmu menegang. Jika kamu merasa tidak nyaman, itu mungkin dikarenakan kamu tidak memasukkan tamponmu cukup dalam. Jika itu terjadi, maka sebaiknya kamu melepas tamponmu dan mulai lagi dari awal.

Apabila kamu kesulitan menarik keluar tamponmu, itu berarti tamponnya belum penuh. Jika tampon sudah menyerap banyak cairan darah maka tampon akan mudah dilepaskan.

Intinya: Bila dimasukkan dengan benar, menggunakan tampon itu tidak sakit

Mitos 4: Tampon Bisa Hilang di Dalam Tubuh

Benang tampon terlihat kecil dan mudah rusak. Lalu, bagaimana cara mengeluarkan tampon bila benangnya patah?

Ada kabar gembira: Tampon tidak mungkin hilang di dalam tubuh. Vagina bukan lubang hitam yang menelan benda-benda secara misterius, bahkan sebenarnya vagina itu sangat pendek dengan panjang sekitar 10-15 cm. Selebihnya, ‘benda asing’ tidak akan dapat masuk lebih dalam lagi ke dalam tubuh. Pada kasus yang amat sangat jarang benang tampon dapat lepas, tapi kamu masih dapat mengeluarkannya dengan jarimu. Atau, kamu juga dapat meminta bantuan Obgyn untuk mengeluarkannya. Perlu diketahui produsen tampon juga memahami resiko rusaknya benang tampon sehingga mereka mendesain benang tampon yang tidak mudah patah.  

Tampon mungkin akan terasa sulit dikeluarkan bila memang belum waktunya. Jika kamu sedang tegang, maka kamu perlu rileks dan menunggu sedikit lebih lama untuk mengeluarkan tamponnya. Tenang saja, tamponnya pasti akan keluar.

Intinya: Berdasarkan anatomi tubuh, tampon tidak mungkin hilang di dalam vagina dan resikonya sangat kecil

Mitos 5: Tampon Dapat Menyebabkan Infeksi Jamur

Infeksi jamur umumnya terjadi sebelum menstruasi, jadi banyak wanita percaya bahwa infeksi jamur disebabkan oleh penggunaan tampon, meskipun faktanya bukan demikian. Penggunaan antibiotik dan faktor-faktor lainnya dapat menyebabkan infeksi jamur, tapi penggunaan tampon bukan merupakan salah satu faktor penyebab.

Intinya: Ada beberapa faktor penyebab infeksi jamur, tapi penggunaan tampon bukanlah salah satunya

Perbedaan ukuran

Mitos 6: Ukuran Tampon itu Tidak Penting

Ukuran tampon itu penting. Penggunaan tampon yang terlalu besar berdaya serap tinggi dapat menyebabkan lecet pada dinding vagina. Adalah sangat dianjurkan untuk menggunakan tampon dengan ukuran yang sesuai dengan flow menstruasi kamu. Kamu mungkin perlu mencoba beberapa kali hingga menemukan ukuran yang sesuai dengan menstruasimu, tapi proses trial and error-nya tidak akan terlalu lama.

Intinya: Ukuran tampon itu penting, pilih ukuran tampon yang sesuai dengan flow menstruasimu.

Mitos 7: Kamu Tidak Bisa Menggunakan Tampon Semalaman

Mitos ini terkait dengan ketakutan atas TSS tapi secara umum, menggunakan tampon semalaman tidak bermasalah. Kamu dapat mencoba ukuran yang lebih besar ketika kamu perlu tidur di atas 8 jam, tapi resiko adanya masalah terkait penggunaan tampon semalaman adalah sangat kecil.    

Intinya: Menggunakan tampon semalaman tidak masalah

Mitos 8: Kamu Perlu Mengganti Tampon Setiap Kali Buang Air Kecil

Buang air saat masih menggunakan tampon mungkin terasa agak aneh, tetapi sebetulnya tidak beresiko. Untungnya, kamu juga tidak perlu mengganti tampon setiap kamu perlu pergi ke toilet. Vagina dan kandung kemih kamu tidak terhubung, jadi tampon tidak menyumbat saluran pembuangan kamu. Bahkan, sebenarnya kamu beresiko menyakiti vaginamu bila kamu mengganti tampon terlalu sering karena tampon memiliki material yang kering dan berdaya serap. Pro tip: Jika kamu sedang buang air kecil, cobalah untuk tidak mengenai benang tampon. Apabila benang tampon terkena air kecil, segeralah ganti tamponnya.

Intinya: Vagina dan kandung kemihmu tidak terhubung, kamu tidak perlu mengganti tampon setiap kamu buang air kecil.

Mitos 9: Tampon Bisa Lepas Dari Vagina

Jawabannya: Tidak. Saat kamu memasukkan tampon dengan benar ke dalam vagina, tampon akan diposisikan pada tempatnya oleh otot-otot sekitar saluran masuk vagina. Dalam posisi tersebut, kamu tidak akan dapat merasakan tamponnya dan tidak perlu khawatir. Posisi ini juga merupakan alasan mengapa tampon tidak akan bocor.

Intinya: Otot vaginamu akan menahan tampon dengan baik sehingga tampon tidak akan lepas

Mitos 10: Kamu Tidak Boleh Menggunakan Tampon Pada Menstruasi Pertamamu

Tidak ada alasan logis mengenai pelarangan penggunaan tampon pada menstruasi pertama, atau sebelum kamu berhubungan seks (karena khawatir akan hilangnya keperawanan). Mungkin kamu akan perlu sedikit latihan dan sedikit kesulitan apabila kamu belum pernah memasukkan sesuatu ke dalam vaginamu sebelumnya, tapi tidak ada alasan untuk tidak melakukannya.

Intinya: Ikuti pilihan pribadimu

Mitos 11: Kamu Adalah Wanita Nakal Apabila Kamu Menggunakan Tampon, Bukan Pembalut

Mitos ini adalah sangat tidak benar. Orang lain tidak boleh menilaimu sebagai pribadi yang kurang baik hanya karena kamu menggunakan produk yang nyaman untuk tubuhmu. Jangan dengarkan pendapat orang lain yang mencelamu hanya karena kamu memilih untuk menggunakan tampon.

Intinya: Terserah kamu; Tubuhmu autoritasmu

wanita jahat

Mitos 12: Tampon Organik Lebih Aman Daripada Tampon Biasa

Makanan organic tersedia di pasaran, lalu mengapa tidak menambah produk organic lainnya? Meski demikian, tidak ada bukti bahwa tampon organic lebih aman dan lebih sehat dibandingkan tampon biasa. Kamu bisa mengecek temuan FDA Amerika di sini atau membaca temuan majalah review Öko-Test yang menjelaskan bahwa tidak ada bahan berbahaya yang ditemukan pada merk-merk tampon biasa yang mereka uji. Selain itu, resiko TSS adalah sama, baik bagi tampon organic maupun tampon biasa.

Intinya: Pilih merk tampon berdasarkan preferensi pribadi, bukan berdasarkan klaim organic tampon. Pada dasarnya, semua tampon dapat terurai secara alami.

BONUS – Mitos 13: Tampon Mahal

Sayangnya, ini bukan merupakan mitos di Indonesia, tapi fenomena ini terjadi karena permintaan dan penawaran di pasar. Tidak ada pabrik lokal yang memproduksi tampon, jadi tampon hanya bisa didapatkan secara impor dan permintaannya cenderung sedikit. Semakin banyak orang yang menggunakannya, maka permintaan akan semakin besar dan harga tampon dapat menurun. Salah satu cara untuk menghindari harga mahal tampon di apotek adalah dengan membeli secara online, contohnya Your Liberty Shop memiliki harga termurah untuk tampon berkualitas tinggi. Cek link-nya untuk mulai belanja!

Febriana
febrianaisnaini24@gmail.com
No Comments

Post A Comment