Just a moment...
Society

Apa Itu Catcalling?

Catcalling Meme1

Kenapa sih masih ada saja laki-laki yang bersiul dan bikin suara aneh kepada wanita yang sedang lewat? Memangnya mereka pikir catcalling bakal membuat wanita merasa dihargai ya? Adakah laki-laki yang punya pacar dari catcalling? Simak lebih lanjut di artikel di bawah ini yuk.

Girls, pernah nggak sih kamu merasa tidak nyaman ketika lewat di depan sekelompok laki-laki, merasa was-was, nggak tahu apa yang bakal terjadi dan buru-buru lewat tanpa membuat kontak mata supaya tidak di-catcall?

Catcalling Meme3

Ada lagi skenario lain yang mungkin saja terjadi: Ada sahutan “Halo seksi”, “Pantatnya semok nih”, “Halo cantik”, “Assalamu’alaikum mbak”, siulan dan decakan (seperti ketika memanggil kucing untuk makan). Sialnya, itu nggak berhenti di situ saja – jika kamu menghiraukan mereka, kamu masih diminta untuk paling tidak berterima kasih atas ‘pujiannya’. Banyak sekali wanita yang mengalaminya, dan tidak cuma sekali. Begitulah kisah hidup kita sebagai perempuan.

Usut punya usut, ternyata ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga merupakan fenomena global. Meski begitu aku masih saja tidak habis pikir, output semacam apa yang ingin dicapai dari catcalling? Aku pikir nggak ada satupun wanita yang merasa tersanjung atau dihargai karena dipanggil-panggil seperti hewan peliharaan, kemudian menanyakan nomor HP si pelaku catcall dan pergi berkencan dengan dia, nggak mungkin banget deh (kecuali kalau kamu ada pendapat berbeda ya, silakan beri komentar di bawah)! Kemungkinan besar catcalling adalah salah satu cara laki-laki untuk menunjukkan “dominasi” dan “keberanian” dan bukan melulu tentang wanita yang sedang lewat.

Meski demikian, kalau kamu bertanya pada temanmu mengenai bagaimana perasaannya ketika berada di situasi tersebut, pasti kamu akan mendapatkan jawaban yang sama: Nggak nyaman, merasa tidak berdaya dan malu.

Apakah alasan sebenarnya di balik fenomena catcalling?

Alasan sebenarnya sangat sederhana: posisi wanita di masyarakat kita masih dianggap inferior. Karena dianggap inferior, otomatis kedudukan laki-laki dianggap lebih superior – selamat datang di dunia patriarki. Laki-laki menganggap dirinya superior dan ingin membuktikan bahwa wanita itu inferior. Dapat dibuktikan setidaknya ketika wanita yang ‘inferior’ sedang lewat di depan mereka.

Laki-laki yang menyiuli wanita melakukannya untuk merasa lebih baik, lebih kuat dan superior dan membuktikan status “alpha” mereka di depan kelompoknya, mengingat adanya perbedaan perilaku pada kelompok pria dan wanita.

Catcalling Meme

Secara umum kelompok laki-laki memiliki perilaku yang berbeda dengan kelompok wanita. Kelompok laki-laki bersikap sangat kompetitif dan mereka mengambil lebih banyak resiko dalam perilaku sosial mereka. Hidup laki-laki adalah kompetisi tanpa henti. Kompetisi merupakan faktor utama dalam kehidupan sosial laki laki, dalam hal ini kompetisi mengenai siapakah yang paling berani mendekati wanita. Sejak awal laki-laki belajar mengenai perilaku kompetitif tersebut dan dalam kelompok homososialnya, mereka terlibat secara kompetitif dan menentukan hierarkinya dengan cara tersebut.

Pola sosial ini membuahkan fenomena catcalling. Laki-laki dididik sejak awal bahwa melecehkan wanita adalah sikap yang “jantan”. Untuk merasa superior, mereka harus merendahkan wanita, sesederhana itu.

Jadi, sebetulnya laki-laki yang men-catcall bukan melakukan hal tersebut untuk menyinggung wanita. Mereka melakukan itu agar dianggap lebih jantan di depan teman laki-lakinya, dan di depan wanita. Wanita digunakan sebagai bukti bahwa mereka adalah laki-laki ‘sejati’.

Imajinasi tentang superioritas salah satu gender yang menjustifikasi perilaku catcalling merupakan masalah. Khususnya karena laki-laki didorong masuk ke dalam model perilaku yang dianggap harus mereka ikuti. Perilaku ini merupakan siklus lingkaran setan yang terbuat dari rayuan gombal, penolakan dan ketakutan internal. Adalah sangat penting bagi laki-laki untuk mempertanyakan perilaku catcalling tersebut.

Catcalling tidak akan membuat wanita bahagia dan menghargai ‘pujian’ tersebut. Tidak akan ada laki-laki yang menjadi lebih jantan setelah men-catcall. Kemungkinan adanya kencan yang timbul dari catcalling adalah hampir sama sekali tidak ada. Penyebab khususnya adalah karena perilaku ini tidak akan pernah membuat seseorang dianggap pintar atau menawan. Setidaknya kalimat terakhir adalah argumen yang bagus untuk membungkam catcaller dan setidaknya membuat mereka menyadari bahwa ‘pujian’ tersebut adalah sangat tidak keren.

Apa yang harus kamu lakukan ketika kamu di-catcall?

Buatku pribadi itu tergantung pada situasi yang sedang aku hadapi. Biasanya aku akan bilang ke mereka kalau catcalling itu sangat tidak keren. Atau, ketika kram menstruasiku sedang hebat-hebatnya, aku akan memberi tahu mereka bahwa perilaku mereka adalah penyebab mengapa mereka tidak punya pacar. Skenario lainnya, aku akan memberikan jari tengah. Biasanya itu akan membuat mereka terkejut karena mereka tidak terbiasa menghadapi wanita yang berani menegur mereka dan membela dirinya.

Jika kamu memilih untuk melakukan hal yang sama denganku, bersiaplah untuk dikata-katai oleh mereka. Disebut sebagai bitch atau nenek sihir mungkin terasa tidak nyaman, tapi ingat hal ini: pendapat mereka itu nggak penting dan mereka cuma terjebak ritual kejantanan yang sangat sangat salah.

Nggak usah diambil pusing dan beranilah untuk membela diri. Lakukanlah untuk kebebasanmu.

Catcalling Meme2
2 comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *