Just a moment...
Health

Bicara Menstruasi Chapter 2: Nyeri Haid

nyeri perut

Pernahkah kamu merasakan beberapa gejala seperti sakit perut, kram, nyeri punggung atau pusing dan mual? Apakah nyeri haid kamu cukup mengganggu, atau bahkan membuat kamu tidak bisa berangkat sekolah atau kerja?

Kamu nggak sendirian! – sekitar 7 dari 10 perempuan usia belasan mengalami nyeri haid dari tingkat medium sampai parah. Sampai saat ini nyeri haid yang bervariasi dari tiap wanita masih belum banyak diteliti, tapi yang kita tahu itu semua terkait dengan hormon. Meski begitu ada berita bagus: nyeri haid di setiap wanita berkurang setelah beberapa tahun mengalami menstruasi dan di beberapa kasus dapat sepenuhnya menghilang.

Mual-mual, lemas, letih dan kawan-kawan

Sakit perut, keram, dan nyeri punggung umumnya terjadi pada banyak wanita di dua hari pertama menstruasi. Beberapa perempuan bahkan mengalami mual-mual, sakit kepala, diare dan masalah terkait dengan peredaran darah. Mereka yang mengalami gejala nyeri haid parah biasanya sampai tidak bisa berangkat ke sekolah karena sakitnya mengganggu banget. Jadi, jangan anggap nyeri haid tiap orang itu sama ya dan nyeri haid itu masalah serius!

 

Rahim aktif

Terus, gejala nyeri haid itu datangnya dari mana sih? Kram dan gejala nyeri haid terkait datangnya dari kram di rahim (uterus). Pada saat menstruasi, rahim bekerja sangat aktif untuk meluruhkan sel telur dan tissue dinding rahim. Tidak hanya itu, gejala-gejala tersebut juga dapat diperparah oleh stres terkait sekolah atau tempat kerja, keluarga, teman-teman dan lain-lain. Kalau kamu masih di usia belasan atau baru saja mengalami menstruasi, hormon kamu juga masih belum stabil dan ikut mempengaruhi gejala nyeri haid.

Perlukah kamu ke dokter?

Kadang-kadang nyeri haid juga dapat disebabkan oleh kista di indung telur (ovarium) kamu. Nyeri juga bisa jadi disebabkan oleh endometrium yang tumbuh di luar rahim dan menyebabkan rasa sakit selama menstruasi karena tubuh kamu sedang berusaha memeranginya. Jika nyeri haid kamu terbilang sangat parah dan berlangsung lama secara terus menerus, segera periksakan diri kamu ke dokter ya!

Cara mengatasi nyeri haid

Perlu diketahui bahwa tingkat nyeri haid tiap perempuan berbeda-beda. Apa yang teman kamu coba, mungkin tidak cocok untuk kamu, jadi kamu harus mencoba beberapa strategi sampai kamu menemukan cara yang paling sesuai.

Kalau begitu, apa saja sih cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi atau mengurangi nyeri haid?

  • Produk obat Pereda nyeri atau NSAID (Non-Steroid Anti Inflammatory Drugs) seperti ibuprofen, diklofenak dan parasetamol terbukti membantu mengatasi rasa sakit bagi banyak wanita
  • Pil pengurang kram atau suppositoria dapat membantu mengurangi rasa sakit
  • Bagi kamu yang memiliki nyeri haid tak tertahankan, suntikan dan pil hormon dapat membantu mencegah ovulasi sel telur dan mengurangi endometrium. Hasilnya, tubuh akan bereaksi lebih pasif terhadap proses peluruhan selama menstruasi. Akan tetapi praktek intervensi hormon masih jarang diberikan oleh obgyn di Indonesia, jadi konsultasikan terlebih dahulu dengan doktermu ya.
  • Pil KB dapat mencegah timbulnya menstruasi dan menghindarkan kamu dari nyeri haid selama menstruasi. Konsultasikan ini dengan doktermu juga ya!
  • Rasa hangat dapat membantu mengurangi nyeri. Bila memungkinkan, mandi atau berendam di air hangat dan sediakan termos berisi air hangat di tempat tidur dan dekatkan dengan rahim kamu
  • Beberapa jenis teh dapat membantu mengurangi kram. Minum the seperti the chamomile dan silver weed.
  • Pada beberapa wanita, pijat dapat memberikan relaksasi dan membantu mengatasi nyeri haid
  • Olahraga ringan secara rutin bila memungkinkan untuk menstruasi yang lebih lancar dan distraksi terhadap nyeri haid kamu.
  • Relaksasi dan latihan nafas mungkin terdengar agak hippie, tapi dapat membantu kamu mengurangi kram dan mengatasi rasa nyeri.

Nyeri haid masih merupakan momok bagi sebagian besar perempuan di Indonesia, tetapi apabila kamu tahu trik-trik untuk mengurangi atau mengatasi nyeri haid, kamu masih tetap dapat melanjutkan aktifitas kamu tanpa gangguan. Jadi, tips mana yang paling cocok bagi kamu? Beri tahu di kolom komentar ya!

PS:

  • Perlu diketahui, sebagian besar obgyn di Indonesia masih belum membuka pikiran mengenai konstrasepsi, khusunya bagi wanita lajang. Tanyakan organisasi yang mendukung autoritas terhadap tubuh wanita seperti Samsara tentang klinik/praktek dokter yang mampu mengakomodasi kebutuhan kamu, karena tubuhmu adalah milikmu dan kamu berhak tahu dan memutuskan.
  • Tidak ada link afiliasi dengan Samsara di sini, pendapat ini murni pemikiran dan pengalaman penulis.
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *