Katakan Tidak Pada Penghinaan Menstruasi: 7 Alasan Mengapa Menstruasi Bukan Sesuatu Yang Memalukan

Sekitar 49% dari populasi dunia mengalami menstruasi sekali dalam sebulan. Namun, masih saja ada yang berpikiran bahwa haid adalah sesuatu yang kotor dan tidak boleh dibicarakan. Itulah yang dinamakan dengan ‘penghinaan menstruasi’ (dalam Bahasa Inggris disebut Period Shaming).

Meski demikian, ada beberapa alasan logis mengapa fenomena tidak sehat ini harus dihentikan. Dalam artikel ini, kita akan membahas 7 di antaranya.

1. Penghinaan menstruasi berbahaya bagi perempuan

Mungkin kamu pernah mendengar beberapa pernyataan berikut:

“Menstruasi itu menjijkkan”

“Aduh, ngomongin yang lain aja dong!”

“Lagi dapet ya? Pantesan sensitif”

“Ih, jijik banaget ngomongin haid”

Pernyataan serupa atau yang lebih parah merupakan hal yang umum terjadi ketika membahas mengenai menstruasi, bahkan di lingkungan pertemanan atau keluarga. Beberapa orang bahkan menunjukkan ketidaksukaannya dengan menunjukkan perilaku agresif terhadap fenomena alami wanita ini dan bahkan kepada wanita yang tidak bisa menjaga “kepantasan” perilakunya. Dalam kasus yang ekstrim, bahkan ada budaya menyingkirkan wanita yang sedang mengalami menstruasi ke luar lingkungan desanya, yang mana membahayakan keselamatan wanita-wanita tersebut.

2. Kita bisa dilahirkan ke dunia karena ibu kita mengalami menstruasi

Tentu saja menstruasi dan darah masih dianggap sebagai sesuatu yang “kotor” bagi banyak orang yang masih berpikiran kolot. Menurut mereka, obrolan mengenai menstruasi tidak boleh dilakukan di luar toilet. Setengah populasi dunia ini berdarah melalui vaginanya sebulan sekali dan tau nggak: Itulah mengapa kita semua bisa ada di sunia ini!

3. Menstruasi bukanlah hal yang tabu

Kita bisa menganggap menstruasi sebagai hal yang menyebalkan, tidak nyaman, melelahkan dan terkadang menyakitkan, tetapi itu semua sangatlah normal. Pemahaman mengenai fakta sederhana ini sayangnya cukup langka ditemui. Tidak hanya pada kaum laki-laki, tetapi juga bagi perempuan yang masih menganggap hal ini sebagai hal yang “tabu”.

4. Candaan mengenai menstruasi itu sama sekali nggak lucu

Bukti adanya penghinaan menstruasi dapat dicontohkan dalam situasi di mana ada seseorang yang bertanya apakah kamu mengalami menstruasi saat kamu bersikap tidak ‘baik dan penurut’. Atau ketika mood kamu sedang tidak bagus. OK, biasanya yang berkata seperti ini adalah laki-laki yang masih menganggap sindrom PMS sebagai alasan untuk menjadi wanita galak selama 12 kali dalam setahun (kalau kamu ketemu laki-laki seperti ini, mending lari jauh-jauh deh sis!)

Kami ada berita buat kamu girls: menstruasi bukan bahan lelucon dan PMS bukanlah penyebab masalahnya. Masalahnya adalah, orang-orang cenderung mengkaitkan menstruasi dengan perilaku yang tidak menyenangkan. Tapi bayangin deh, bagaimana rasanya ketika dalam satu hari rahimmu sedang kram dan ingin menyusut sekecil-kecilnya, sakit kan? Dokter bahkan mengakui bahwa kram menstruasi bisa separah rasa sakit saat mengalami gagal jantung! Maaf-maaf aja deh kalau kita nggak bisa ceria saat menstruasi. Meski demikian, melabeli wanita ‘judes’ sebagai sedang PMS tidak bisa dibenarkan.

5. Menstruasi tidak digambarkan dengan benar dalam iklan produk kewanitaan

Pihak lain yang harus disalahkan dalam fenomena penghinaan menstruasi adalah industri periklanan dan penggambaran tidak realistisnya mengenai menstruasi. Bagaimana kamu bisa merasa menjadi manusia normal saat menstruasi ketika darahmu tidak berwarna biru seperti iklan pembalut di TV? Kami tanya deh, ada nggak dari kalian yang bangun tidur di atas sprei warna putih saat menstruasi, kemudian stretching sedikit dan terbang ringan mengenakan celana warna putih seperti di iklan? 😀

Kita semua tahu kenyataannya saat menstruasi kita terbangun dan bertanya-tanya bagaimana caranya ke toilet untuk mengecek haid kita, lalu lari sprint ke sana dan berdoa kepada Tuhan semoga kita tidak bocor banyak. Jadi, nggak usah khawatir ketika darah menstruasimu tidak berwarna biru, kenakan ‘celana dalam menstruasi’-mu dan hindari celana warna putih ya!

6. Membicarakan menstruasi itu penting

Membicarakan menstruasi itu sangat penting. Ada beberapa akibat buruk yang bisa terjadi ketika kita tidak membicarakan menstruasi, kasus ringannya adalah kamu kehilangan kesempatan untuk menemukan produk kebersihan wanita yang paling cocok denganmu. Misalnya, sebagian besar wanita cocok dengan pembalut, tapi bagaimana kalau misalnya kamu lebih membutuhkan tampon atau cawan menstruasi? Bagaimana kamu bisa mengetahuinya kalau kamu tidak pernah membicarakan menstruasi dengan teman-teman dan keluargamu dan hanya ada sedikit diskusi mengenai hal itu di internet?

Dalam kasus yang paling parah, kamu beresiko gagal mendeteksi masalah kesehatan tubuhmu. Bayangkan ketika kamu mengalami kram hebat dan ternyata kramnya tidak normal? Sudah pasti dokter akan memberikan nasehat terbaik, tapi membicarakan menstruasi dan membandingan cerita dengan teman dan keluargamu akan membantumu mendeteksi abonrmalitas yang terjadi dalam tubuhmu. Jadi, mulailah membicarakan menstruasi dan jangan omongan orang-orang yang beranggapan bahwa membicarakan tentang menstruasi adalah hal yang memalukan.

7. Kamu masih normal dan mengagumkan meskipun kamu sedang menstruasi!

Beberapa laki-laki tidak menyukai menstruasi, mereka beranggapan bahwa haid adalah seusatu yang paling mengerikan dan menjijikkan di dunia ini. Ketika kamu berulang kali mendengarnya, lama kelamaan kamu mulai mempercayainya juga.

Mereka juga akan membuat lelucon mengenai menstruasimu dan menyuruhmu untuk tidak cengeng dan bersikeras untuk pergi jalan, meskipun beberapa saat yang lalu kamu hampir pingsan karena kram hebat. Mereka tidak memahami bagaimana kamu mulai memakai tampon misalnya, dan tidak mengerti mengapa kamu tidak ingin berhubungan intim di hari-hari pertama menstruasimu.

Tentu saja ada laki-laki yang tidak akan tertawa melihat pembalut, tampon atau cawan menstruasimu tak sengaja jatuh dari tasmu. Mereka mau membelikan produk kewanitaan untukmu, masih ingin berhubungan intim denganmu dan mempersiapkan handuk warna gelap di atas tempat tidur dan sangat memahami situasi kewanitaanmu. Tipe-tipe laki-laki seperti ini masih ada kok girls!

Febriana
febrianaisnaini24@gmail.com
No Comments

Post A Comment