Just a moment...
Society

Pemilu dan Wanita: Edisi Pemilihan Legislatif 2019

Voting Day

Mengenal Pemilu

Tahun politik sudah di depan mata. Berbagai macam spanduk, poster dan baliho dari para calon legislatif sudah bertebaran di penjuru kota mengajak kamu untuk menyumbang suara, hingga nanti tiba saatnya bagi mereka untuk tebar pesona (wow, tulisannya berima). Apakah kamu termasuk yang antusias menyambut pesta demokrasi atau mungkin biasa saja?

Pemilihan Umum Legislatif atau yang lazim disebut Pemilu Legislatif atau Pileg adalah momentum dimana rakyat dapat memilih langsung perwakillanya di DPD, DPR dan DPRD. Partai politik harus mendapatkan lebih dari 5% dari jumlah total suara untuk dapat mendapatkan posisi di DPR, sedangkan untuk posisi di DPD dan DPRD ditentukan dari perolehan suara terbanyak. Itulah mengapa setiap suara sangat berharga di Pemilu.

Mengapa kamu harus memilih?

Berdasarkan data Pemilu 2019 yang dikutip dari KPU ada total 152.050.861 pemilih dimana lebih dari 50% di antaranya adalah wanita yang mana akan membuat pilihan kita sangat menentukan. Meskipun demikian, masih banyak penduduk Indonesia yang terhitung tidak memilih. Menurut data yang dihimpun tirto.id, presentase pemilih golongan putih (golput) atau kelompok yang tidak memilih melonjak tajam pada pemilu legislatif 2009 dengan kisaran 29,10% dan walaupun tren cenderung menurun, pada pemilu tahun 2014 presentase golput masih terbilang tinggi yaitu 24,89%. Bayangkan, sepertiga rakyat Indonesia tidak menyalurkan hak suaranya ☹

Golput tersendiri bisa disebabkan oleh alasan pribadi, seperti tidak mau berpartisipasi karena tidak ada kandidat yang dinilai mampu mewakili ataupun karena kendala administratif. Apapun alasannya, memilih untuk golput berarti menyia-nyiakan suara, membiarkan kandidat yang paling tidak kamu sukai memegang tampuk kuasa, dan juga menghamburkan anggaran negara. Selain itu, khususnya sebagai wanita dan pemilik lebih dari setengah dari jumlah suara di Indonesia kita masih memiliki beragam pekerjaan rumah  yang masih harus diperjuangkan oleh wakil rakyat. Maka dari itu, pastikan kamu menggunakan hak suara kamu ya!

 

Sejarah pergerakan wanita

Kendati hampir 51% dari pemilih di Indonesia adalah perempuan, peran kita seakan dianggap tidak penting dalam dunia politik di Indonesia. Dunia politik masih didominasi oleh kaum laki-laki dan wanita kerap dianggap sebagai pemanis dunia perpolitikan atau sekedar penggenap 30% kuota pencalonan legislatif.

Peran wanita dalam dunia perpolitikan sejatinya mengalami kemunduran. Sejak tahun 1915, tercatat bahwa organisasi wanita telah didirikan yaitu Pawijatan Wanito di Magelang. Selain mereka, ada juga PIKAT (Perantaraan Ibu kepada Anak Temurun) di Manado yang didirikan pada tahun 1917 dan Poetri Boedi yang didirikan pada tahun 1919 di Surabaya. Tidak hanya aktif dalam berorganisasi, organisasi-organisasi wanita tersebut juga ikut berjasa dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.  Puncak kebangkitan organisasi wanita ditandai dengan lahirnya Kongres Wanita Indonesia (Kowani) pada tahun 1945 yang merupakan ‘reinkarnasi’ dari Perikatan Perkoempoelan Perempuan Indonesia (PPPI) yang didirikan pada tahun 1928.

Lalu, jika wanita sejak dulu sudah aktif dalam organisasi dan politik, mengapa sekarang wanita seolah dinomorduakan?

Jawabannya adalah, dinamika politik. Pada tahun 1965, ketua Kowani berpihak kepada G 30 S/PKI dan mengalami masalah yang cukup serius. Situasi ini kemudian direspon dengan dibentuknya organisasi perempuan baru bernama Kesatuan Aksi Wanita Indonesia (Kawi) dan Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) yang berkiblat pada komunisme.

Kondisi tersebut diperparah dengan pergantian tampuk kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru. Pergerakan diawasi secara ketat dan dipasung atas nama kepentingan negara. Contoh jelas adalah ketika Gerwani diberangus dan dicitrakan sebagai organisasi perempuan kejam dan pembunuh.

Setelahnya, pergerakan perempuan cenderung diarahkan oleh negara sebagai pelengkap dan pendukung. Perempuan dicitrakan sebagai pendamping dan perannya dibatasi dalam lingkup kegiatan sosial dan penyumbang tenaga, seperti yang diperlihatkan dalam organisasi Dharma Wanita atau lebih dikenal sebagai organisasi istri pegawai negeri yang berdiri pada tahun 1974 dengan program PKK (Pendidikan Kesejahteraan Keluarga)nya. Ini merupakan ironi karena pada sejarahnya pergerakan wanita lahir dari ketidak puasan perempuan atas budaya patriarki.

Meskipun setelah reformasi keadaan cenderung membaik dan organisasi perempuan sudah mendapat tempat, pergerakan wanita masih menemui hambatan. Dunia perpolitikan sebagai salah satu mesin utama wanita untuk memberikan pengaruh dalam ranah publik masih begitu maskulin dan belum sepenuhnya berpihak pada perempuan. Maka dari itu, penting bagi wanita untuk memberikan suaranya pada partai dan calon legislative yang benar-benar peduli dan berpihak pada kepentingan perempuan.

Oke, wanita harus memilih, tapi pilihannya apa saja?

Tak kenal maka tak sayang. Ada beberapa cara untuk mengetahui sejauh mana sebuah partai (dan calon legislatif mereka) peduli dan berpihak pada perempuan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengenal lebih jauh mengenai partai peserta Pemilu dan visi-misi ataupun program kerjanya.

Lain halnya dengan negara-negara lain di mana partai politik mencantumkan program kerja dan lini waktu pelaksanaannya, hal yang sama tidak ditemukan di partai-partai politik di Indonesia. Ada keseluruhan 20 partai di Pemilu 2019 nanti, yaitu 16 partai nasional dan 4 partai dari Aceh. Berikut adalah daftar nama partai beserta nomor urut, alamat situs ataupun alamat social media masing-masing, serta misi dan program mereka untuk perempuan.

  1. PKB http://pkb.id/

☹ Dalam situsnya, tidak terdapat informasi eksplisit mengenai program kerja atau visi-misi mereka terkait dukungan terhadap perempuan. Adapun visi-misi PKB dapat dilihat di sini: https://pkb.id/page/visi-misi/

  1. Partai Gerindra http://partaigerindra.or.id/

😊 Diwakili oleh perempuan sebanyak 37,04%, Gerindra dalam manifesto-nya ingin memperjuangkan penghapusan marjinalisasi dan diskriminasi terhadap perempuan, kebijakan politik yang sensitif gender dan partisipasi aktif perempuan dalam politik, perlindungan wanita terhadap kekerasan seksual, KDRT, dan trafficking, memperjuangkan hak-hak tenaga kerja perempuan, dan mendukung kebijakan pro anggaran untuk perbaikan harkat dan martabat perempuan.

  1. Partai PDI Perjuangan https://pdiperjuangan.id/

☹ Meskipun salah satu politisi paling berpengaruh di Partai PDI Perjuangan, Ibu Megawati adalah perempuan, tidak terdapat informasi eskplisit mengenai visi, misi ataupun program kerja terkait dengan perempuan di situs PDI Perjuangan.

  1. Partai Golkar https://partaigolkar.or.id/

😊 Dengan perwakilan perempuan sebanyak 37,91%, dalam program umumnya Partai Golkar menjabarkan komitmen mereka terhadap pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kualitas hidup perempuan dari sisi kesehatan, Pendidikan dan kemandirian ekonomi.

  1. Partai NasDem https://www.partainasdem.id/

☹ Tidak terdapat informasi khusus dan spesifik mengenai program kerja partai, alih-alih mengenai program kerja atau visi-misi terkait dengan pemberdayaan perempuan.

  1. Partai Garuda https://caleg.registrasi.org/register

☹ Tidak terdapat data mengenai program kerja ataupun visi-misi dari Partai Garuda yang dapat saya temukan, selain data bahwa mereka diwakili oleh 48% perempuan dan masih mencari calon legislatif.

  1. Partai Berkarya https://www.berkarya.id/

☹ Situs website Partai Berkarya tidak memberikan informasi mengenai program atau visi-misi mereka, khususnya mengenai pemberdayaan perempuan.

  1. PKS http://pks.id/

😊 PKS dengan jumlah perwakilan perempuan sebanyak 41,29% mengusulkan beberapa program dalam platformnya terkait dengan perempuan, yang diantaranya:

  • Mewujudkan perempuan Indonesia yang bertaqwa dengan memperjuangkan hak dan kewajiban untuk menjalankan ibadah, dan juga adanya sarana dan anggaran untuk Pendidikan dan bimbingan beragama
  • Peningkatan kesejahteraan melalui alokasi dana bagi keluarga miskin, ibu melahirkan, janda, kebijakan ketenagakerjaan dan fasilitas umum yang ramah perempuan dan jaminan sosial dan hukum terhadap korban kekerasan
  • Memberikan kesempatan dan alokasi dana bagi perempuan untuk mendapatkan pelatihan, Pendidikan yang sesuai dengan fitrah wanita dan mengembangkan jiwa kewirausahaan wanita
  • Pemberdayaan wanita di bidang politik
  • Mewujudkan perempuan Indonesia yang berbudaya religius
  1. Partai Perindo https://partaiperindo.com/

☹ Partai Perindo tidak mencantumkan program kerja dalam websitenya. Dalam informasi visi-misi yang dicantumkan pun tidak terdapat informasi yang secara eksplisit mendukung perempuan.

  1. PPP http://ppp.or.id/

☹ Tidak ada program kerja khusus atau bahkan visi-misi tercantum dalam website PPP.

  1. PSI https://psi.id/

😊 Dengan perwakilan wanita sebanyak 45,57%  PSI menjabarkan cita-cita mereka terkait dengan hak-hak perempuan. PSI menulis bahwa mereka akan memperjuangkan perlindungan perempuan dari KDRT, menekan tingkat kematian ibu saat melahirkan dan menekan kehamilan yang tidak terencanakan. PSI juga menginginkan adanya perlindungan atas kebutuhan khusus wanita dalam dunia pekerjaan, meniadakan peraturan yang diskriminatif terhadap perempuan dan upah yang setara. Selain itu, PSI memerangi perdagangan manusia dan pelecehan seksual terhadap wanita.

  1. PAN https://www.pan.or.id/

☹ Tidak terdapat program kerja yang mendukung wanita dalam website PAN. Dalam visi-misi mereka pun, tidak terdapat informasi eksplisit mengenai dukungan mereka terhadap perempuan.

  1. Partai Hanura http://partaihanura.or.id/

☹ Website tidak dapat dibuka waktu kami menulis artikel ini

  1. Partai Demokrat http://www.demokrat.or.id/

☹ Tidak ada informasi eksplisit mengenai keberpihakan terhadap wanita dalam website Partai Demokrat

  1. PBB https://twitter.com/pbb2019

☹ Kami tidak dapat menemukan website PBB.

  1. PKPI https://twitter.com/pkp_ind

☹ Kami tidak dapat menemukan website PKPI

Dari pilihan tersebut, bagaimana track record-nya?

Kami menilai track record sebuah partai berdasarkan hasil query: Nama Partai “wanita” yang kami cari di Google News dari halaman 1-5. Selanjutnya, kami mencantumkan berita penting terkait dengan peran kader wanita, sikap politik ataupun program kerja yang berpihak pada wanita.

  1. PKB

Pemberitaan utama dari kader wanita PKB datang dari Ibu Khofifah, meskipun berita yang ditayangkan masih seputar berita wanita sebagai kader partai dan bagaimana mereka memenangi pemilu.

  1. Partai Gerindra

Setidaknya ada beberapa highlight menarik terkait dukungan Partai Gerindra terhadap perempuan, seperti pernyataan dukungan dari Gerindra atas kasus Ibu Baiq Nuril yang terjerat penyalahgunaan UU ITE, adanya kegiatan pelatihan kewirausahaan bagi kaum perempuan di Surabaya dan Sidorajo oleh kader perempuan Partai Gerindra, desakan untuk memberikan dukungan bagi kaum difabel dari kader wanita Gerindra, serta berita mengenai desakan pemerintah untuk mengambil tindakan nyata terkait kasus kecanduan air rebusan pembalut.

  1. PDIP

Highlight dari PDIP yang kami temukan terkait oleh diberikannya dukungan bagi Kasus Ibu Meiliana. Dalam berita tersebut, PDIP menyuarakan bahwa kasus Meiliana bukanlah kasus penistaan agama.

  1. Partai Golkar

Beberapa highlight yang kami temukan dari Golkar terkait permasalahan perempuan di antaranya adalah keberatan dari Golkar terkait penyebutan nama “emak-emak” bagi kaum perempuan Indonesia karena disinyalir membuat perempuan hanya menjadi objek politisasi.

Selain itu, kader wanita Golkar Nurul Arifin menganggap keterlibatan perempuan menjadi dipaksakan terkait dengan peraturan minimum 30% dari calon legislatif sebuah partai harus datang dari kaum perempuan.

  1. Partai Nasdem

Highlight dari kader Partai Nasdem yang kami temukan adalah desakan atas penghapusan kekerasan seksual pada perempuan, adanya organisasi wanita kader partai yang berfokus pada pemenangan partai, dan didirikannya koperasi wanita oleh Partai Nasdem.

  1. Partai Garuda

Kami menemukan bahwa Partai Garuda ingin memiliki banyak representatif perempuan, tetapi hingga saat ini mereka masih membuka pendaftaran calon legislatif. Selain itu, di Kabupaten Cirebon bakal calon legislatif dari Partai Garuda terhitung paling sedikit. Highlight menarik lainnya adalah salah satu kader wanita partai yang mencalonkan diri dengan modal berjualan keripik.

  1. Partai Berkarya

Highlight dari Partai Berkarya paling banyak muncul dari Titiek Soeharto. Meski demikian, kabar yang muncul masih terbilang kontroversial, pasalnya Titiek Soeharto cenderung meromantisasi masa orde baru, termakan hoax dan membandingkan situasi Ratna Sarumpaet dengan masa-masa order baru, dan menggalang dukungan untuk pasangan capres dan cawapres nomor urut 2 melalui PEPES yang kemudian juga menuai kontroversi atas penamaannya.

  1. PKS

Tidak ada highlight apapun terkait dengan dukungan PKS atas isu-isu perempuan.

  1. Partai Perindo

Highlight Partai Perindo datang dari kontroversi salah satu bakal calon legislatifnya, yaitu Angel Lelga terkait dengan isu pribadi dengan mantan suaminya, diadakannya acara bakti sosial dengan agenda fogging oleh wanita, dan didirikannya organisasi wanita Partai Perindo yang berfokus pada pemenangan partai.

  1. PPP

Tidak ada highlight dari PPP terkait dukungan mereka mengenai isu-isu perempuan.

  1. PSI

Highlight dari PSI yang dapat kami temukan di antaranya adalah adanya pengaduan dari PSI kepada Kapolri dan Menlu terkait kasus perdagangan wanita dan juga kasus intimidasi terhadap ibu dan anak yang viral di media sosial, desakan untuk diubahnya peraturan olimpiade untuk kaum wanita kepada federasi judo internasional, sorotan atas kampanye pernikahan dini, penolakan atas Perda Syariah atau Injil, sorotan atas hoax terkait dengan seksualitas politisi wanita, hingga yang terkini adalah penolakan tegas dari Ketua Umum PSI atas poligami.

  1. PAN

Salah satu highlight yang kemi temukan dari PAN adalah kader difabel wanita sebagai bakal calon legislatifnya.

  1. Partai Hanura

Highlight yang kami temukan dari Partai Hanura adalah didirikannya sayap organisasi Partai Hanura untuk wanita, Srikandi Hanura yang berfokus pada Pendidikan, kesehatan dan UKM.

  1. Partai Demokrat

Tidak ada highlight terkait isu-isu perempuan yang kami temukan dari Partai Demokrat

  1. PBB

Kami tidak dapat menemukan highlight terkait isu-isu perempuan dari PBB

  1. PKPI

Tidak ada highlight terkait isu-isu perempuan yang kami temukan dari PKPI

Kinerja Komisi VIII yang berfokus pada agama, sosial dan pemberdayaan perempuan

Tolok ukur lain untuk melihat sejauh mana isu-isu perempuan diperhatikan dalam politik adalah melalui kinerja anggota DPR di Komisi VIII. Berdasarkan data UU yang disahkan Komisi VIII dari laman resmi DPR dan laman Wiki DPR, kinerja Komisi VIII DPR di bidang pemberdayaan perempuan dapat disimpulkan sebagai berikut:

Dari masa kerja 2015-2018 tercatat hanya 1 (satu) UU yang disahkan, yaitu UU terkait RUU Perlindungan Anak atau yang lebih dikenal dengan Perpu Kebiri pada masa kerja 2016-2017.

Kami juga merangkum komposisi anggota Komisi VIII DPR berdasarkan partai dan gender dalam chart berikut:

 

Secara singkat, dapat disimpulkan bahwa kinerja Komisi VIII saat ini bergantung pada partai-partai yang disebutkan di atas. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah rasio perwakilan laki-laki dan perempuan di Komisi VIII yang masih cenderung tidak berimbang; Bahkan di beberapa partai seperti Hanura, PKS dan PPP tidak ada satupun perwakilan wanita di Komisi VIII.

Kesimpulan

Meskipun wanita merupakan penyumbang lebih dari setengah suara dalam Pemilu, tidak banyak partai yang dengan tegas memperjuangkan kepentingan wanita dan peduli terhadap isu-isu perempuan. Sangat jauh berbeda dengan masa Orde Lama dimana wanita lebih aktif dalam menyuarakan pendapat dan berpartisipasi dalam politik, wanita masih diperlakukan sebagai pemanis dunia perpolitikan dan dianggap sebagai pelengkap – peran aktif wanita masih jauh dari memadai. Hak-hak kita masih belum dimaksimalkan, suara kita masih belum cukup didengar dan sejatinya kita masih dinomorduakan.

Maka dari itu pada pemilu 2019 mendatang kita harus berpartisipasi aktif, jeli dalam melihat rekam jejak dan sikap politik dari partai politik yang ada dan memberikan dukungan pada partai yang jelas-jelas memberikan dukungan nyata dan berpihak pada perempuan. Tulisan ini masih belum terlampau komprehensif dalam menyediakan informasi, tetapi semoga paling tidak menjadi dasar untuk membantu kamu menentukan pilihan 😊.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *